Loader
BEDA TUJUAN, BEDA PROSESNYA by Nana Padmosaputro - Chandra Shakti | Personal Blog Untuk Berbagi Hal Positif
Lagu Bali, Lagu Pop Bali, Sing Kal Mati, Gede Zayonk, Chandra Shakti TV
Lagu Bali, Lagu Pop Bali, Sing Kal Mati, Gede Zayonk, Chandra Shakti TV
17904
post-template-default,single,single-post,postid-17904,single-format-standard,theme-bridge,bridge-core-2.7.8,woocommerce-no-js,qodef-qi--no-touch,qi-addons-for-elementor-1.2.2,qode-page-transition-enabled,ajax_fade,page_not_loaded,,columns-4,qode-theme-ver-26.3,qode-theme-bridge,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.6.0,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-1

BEDA TUJUAN, BEDA PROSESNYA by Nana Padmosaputro

BEDA TUJUAN, BEDA PROSESNYA by Nana Padmosaputro

“Aku sudah capek mbak… Selama ini pacaran terus, pedekate dari awal lagi, buang waktu… buang energy….”

“Jadi pengennya….?” tanyaku sambil mengaduk panci. Aku sedang masak. Handphone kunyalakan speakernya, lalu kusematkan di tali beha. Life hacks.

“Pinginnya langsung nikah aja.”

“Oooo tujuanmu menikah? Okay.”

“Laaah kalau tujuannya bukan menikah, buat apa pacaran? Emangnya ada tujuan lain?”

“Kalau aku jadi kamu, pernikahan itu bukan tujuan. Nikah itu jalan. Tujuannya adalah : aku bahagia, aku bertumbuh terus sebagai manusia dan individu, aku bisa menjadi diriku sendiri, aku mencapai cita-citaku, aku bisa mengerjakan kegiatan-kegiatan yang menjadi panggilan hidupku….. Intinya, tumbuh menjadi individu yang semakin maju dan semakin baik bersama pasangan.”

“Terus...?”

“Ya terus bakal kucari orang yang mampu mendampingiku untuk mencapai tujuanku itu... sekaligus aku mampu mendampingi dia mencapai tujuan-tujuan hidupnya. Pacaran adalah cara untuk melihat apakah tujuan hidup kami kompatibel atau nggak.”

“Oh gitu....”

“Iyalah..! Ngapain nikah for the sake of status if you lose yourself..? Nggak bisa jadi jadi diri sendiri, diharuskan begini, dilarang begitu hanya karena kamu sudah menjadi istrinya.... Nggak boleh bekerja.... Pergaulan pun dibatasi... Akan berkegiatan positif pun harus menunggu turunnya ijin dulu....”

“..........”

“Itu pernikahan atau penjara? Never ever menjadikan sarana sebagai tujuan. Kebolak-balik hidupmu nanti. Nggak bertumbuh. Bakal mati dengan banyak penyesalan : belum melakukan ini, nggak bisa begitu, nggak boleh begono. Demi apa itu semua? Demi status...???”

“Oh.......”

“Dan status itu buat apa???”

“.......”

“Coba jawab.”

“Ya kan... eh... hmmm...”

Aku menunggu dia memformulasikan jawaban. Oatmealku sudah jadi. Aku mulai sarapan. Gadis itu masih terdiam di ujung telponnya.

“Kan umurku sudah banyak....”

“Oke, lalu...”

“Harus menikah...”

“Siapa yang mengharuskan? Masyarakat?”

“Ya bukan... mamaku, ortuku...”

“Ya mereka bagian dari masyarakat, yang didikte oleh kelaziman masyarakat yang menjunjung nilai komunal. Sementara, tujuan hidup dan kebahagiaanmu adalah hal personal. Bukan urusan komunal.”

“Cari dulu apa tujuan hidupmu, ketahui dulu apa yang kamu kehendaki. Baru cari jalannya, sarananya. Jangan menetapkan jalan sebagai tujuan. Itu sama seperti bertekad ‘aku harus menuju ke Jalan Sudirman!’ Okay... Yuk ke jalan Sudirman. Setelah sampai jalan Sudirman, lalu mau apa? Mau ke gedung yang mana? Ke kantor yang apa? Melakukan apa di sana? Entah....? Masak kamu cuma muter-muter aja di sana, bersama ribuan pengendara yang sibuk di sana? Just to be at Jalan Sudirman sampai mati? Nggak mencapai apapun, bahagia juga belum tentu.”

Aku meneruskan makanku, sementara gadis itu mengaku, “Aku kok jadi bingung ya mbak...”

Aku diam saja. Dimana-mana, orang yang belum punya tujuan, memang tidak bisa bersikap mantab. Dan mudah terombang-ambing dengan opini masyarakat.

Menikah kok dijadikan target.

********

Renungan tambahan :

Ibarat sebuah perusahaan deh. Kan di’lahirkan’ dengan tujuan-tujuan tertentu (tujuan bisa berbeda ya. Elon Musk, Bill Gates, Jack Ma, Liem Sioe Liong, Tommy Soeharto punya tujuan berbeda ketika membangun usaha).

Nah, karena punya tujuan jelas, mereka JADI TAHU PERSIS, rekan usaha dan karyawan model apa yang cocok diajak bergabung ke perusahaannya.

Masa probation* 3 bulan, ibaratnya pacaran. Untuk melihat, bener nggak mereka ini cocok untuk diajak ‘kongsian’ meraih tujuan?

Nah bayangin. CUMA bikin usaha saja, mereka mikir dan merencananya sampai seperti itu… Masak kamu mau menikah, dilakukan tanpa konsep dan tanpa perencanaan…? Lantaran kamu nggak tahu apa tujuan hidupmu…?

Mungkin ada yang membaca ini dan ngebatin ‘Ya aku tahu sih tujuanku, yaitu bahagia. Menikah adalah jalan untuk menuju bahagia.’

Oke. Good..! Nah silakan cari pasangan yang bisa membuatmu bahagia. Jadi kamu tidak akan galau kalau mau mutusin orang, sebab mereka menyakitimu dan tidak menghargaimu.

Jadi lebih efisien kan, mencapai tujuanmu? Karena banyak gadis (dan bujang juga) yang lantas terjebak dalam relasi yang sarat dengan tindakan ketidak-jujuran dan perselingkuhan…. tapi bertahan di sana, sambil ribut MENUNTUT PASANGANNYA UNTUK MEMBAHAGIAKANNYA

Ngapain nuntut…????

Wong sudah jelas dia tidak bisa kau jadikan pihak yang mampu mewujudkan kebahagiaan kok….

Original Post Nana Padmosaputro
Jumat Legi, 15 Januari 2021, 09:53

No Comments

Post A Comment

Translate »