Loader
Esensi dari kata Budaya & budidaya by Gede Agustapa - Chandra Shakti | Personal Blog Untuk Berbagi Hal Positif
gede agustapa, budaya, budidaya, spiritual, Chandra Shakti TV
gede agustapa, budaya, budidaya, spiritual, Chandra Shakti TV
17921
post-template-default,single,single-post,postid-17921,single-format-standard,theme-bridge,bridge-core-2.7.8,woocommerce-no-js,qodef-qi--no-touch,qi-addons-for-elementor-1.2.2,qode-page-transition-enabled,ajax_fade,page_not_loaded,,columns-4,qode-theme-ver-26.3,qode-theme-bridge,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.6.0,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-1

Esensi dari kata Budaya & budidaya by Gede Agustapa

Esensi dari kata Budaya & budidaya by Gede Agustapa

Kita sudah mengkerdilkan arti kata budaya dan budidaya. Coba kita lihat asal kata dan telaah maksudnya.
Budi berasal dari kata budhi dalam bahasa sansekerta yang artinya intelek. Daya artinya kemampuan atau kekuatan. Budidaya artinya kekuatan dari intelek. Kemampuan dari intelek.
Dari tinggal di goa-goa dan berburu kemudian menetap dan mengembang biakkan sendiri (domestiksasi) tanaman dan hewan tentu dibutuhkan kemampuan intelek yang jauh lebih canggih dari sekedar mengambil di alam begitu saja. Ada proses mengamati dan mempelajari prilaku dan kebiasaan hidup hewan dan tanaman yg hidup liar di alam kemudian mencoba menanamnya dan menternakkannya sendiri. Ini tidak mudah. Perlu daya intelek (budhi) yang lebih canggih dari sekedar mengambilnya di alam.

Budaya mirip dengan budidaya. Budh, intelek. Daya, kemampuan. Kemampuan intelek suatu masyarakat. Budaya tulisan misalnya adalah kemampuan intelek dari suatu masyarakat mengkodekan verbal menjadi visual sehingga bisa bertahan lebih lama di dalam ruang dan waktu. Di zaman dulu belum ada teknologi merekam suara jadi satu-satunya untuk merekam verbal maka dikodekan menjadi simbol. Sekarang jauh lebih canggih dengan adanya bahasa mesin. Kodefikasi konsep dan verbal tidak saja supaya dipahami manusia tetapi juga oleh mesin dan sesama mesin.
Jika menggunakan pengertian seperti itu maka tradisi atau kebiasaan bisa saja bukan budaya. Atau malah sebenarnya bertentangan dengan budaya, bukan hasil dari manifestasi kemampuan intelek. Bertentangan dengan daya intelek.

Jika menggunakan pengertian di atas maka kemajuan sains dan teknologi sekarang ini juga budaya, budhi daya, buah dari kempuan intelek. Artificial Intelligent adalah buah dari daya intelek. Engineering adalah daya dari intelek.
Budhi (intelek) harus terus diasah supaya terus bertambah kemampuannya, terus meningkat daya nya. Intelek kita harus terus berhadapan dengan masalah-masalah baru untuk menguatkan daya nya. Dengan Mempelajari hal-hal baru neuron-neoron di syaraf otak kita membentuk jejaring baru dan semakin kuat hal ini akan menambah dan menguatkan daya dari budhi, menguatkan kemampuan intelek kita.
Tapi kita sudah mengkerdilkan arti kata budaya seolah-olah budaya selalu berkaitan dengan masa lalu, dengan kebiasaan lama turun-menurun, dengan tradisi. Seolah budaya adalah hal yang final. Padahal dengan hanya mengulang kebiasaan lama maka daya dari budhi kita akan mandeg, kerdil dan mati.
Jadi esensi dari kata Budaya dan budidaya adalah use and grow your intellect ability.

Original Post by Gede Agustapa

No Comments

Post A Comment

Translate ยป