Loader
MEMBAYAR HUTANG BUDI by Nana Padmosaputro - Chandra Shakti | Personal Blog Untuk Berbagi Hal Positif
Nana padmosaputro gede agustapa, budaya, budidaya, spiritual, Chandra Shakti TV
Nana padmosaputro gede agustapa, budaya, budidaya, spiritual, Chandra Shakti TV
17938
post-template-default,single,single-post,postid-17938,single-format-standard,theme-bridge,bridge-core-2.7.8,woocommerce-no-js,qodef-qi--no-touch,qi-addons-for-elementor-1.2.2,qode-page-transition-enabled,ajax_fade,page_not_loaded,,columns-4,qode-theme-ver-26.3,qode-theme-bridge,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.6.0,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-1

MEMBAYAR HUTANG BUDI by Nana Padmosaputro

MEMBAYAR HUTANG BUDI by Nana Padmosaputro

Sebagai generasi anak sekolahan di jaman Suharto, aku cuma kenal lirik Indonesia Raya pada stanza pertama.
Tapi, anakku adalah generasi anak sekolahan di jaman Jokowi. Dia mengenal lagu Indonesia Raya secara lengkap, 3 stanza, karena baru tahun 2015 pemerintah mulai memperkenalkan versi lengkap ini ke para siswa, di saat upacara bendera.
Lantas, baru tahun 2018, Menteri Pendidikan mengukuhkannya dengan membuat peraturan nomor 22, dimana pasal 17 dan 18-nya mewajibkan upacara bendera dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara lengkap 3 stanza.
Generasi yang bisa diharapkan lebih mencintai negeri dan bangsanya.

********
Malam ini Nesa membantuku mencari lirik lengkapnya di stanza 2 dan stanza 3 :

#Stanza_II :
Indonesia Tanah Yang Mulia, Tanah Kita yang Kaya, Di sanalah Aku Berdiri, Untuk Slama-lamanya,
Indonesia Tanah Pusaka, Pusaka Kita Semuanya, Marilah kita Mendoa, Indonesia Bahagia,
Suburlah Tanahnya, Suburlah Jiwanya, Bangsanya, Rakyatnya, Semuanya.
Sadarlah Hatinya, Sadarlah Budinya, Untuk Indonesia Raya.
#Stanza_III :
Indonesia Tanah Yang Suci, Tanah Kita Yang Sakti, Di sanalah Aku Berdiri, N’jaga Ibu Sejati,
Indonesia, Tanah Berseri, Tanah Yang Aku Sayangi, Marilah Kita Berjanji, Indonesia Abadi,
Slamatlah Rakyatnya, Slamatlah Putranya, Pulaunya, Lautnya, Semuanya.
Majulah Negrinya, Majulah Pandunya, Untuk Indonesia Raya,
Indonesia Tanah Pusaka, Pusaka Kita Semuanya, Marilah kita Mendoa, Indonesia Bahagia,
Suburlah Tanahnya, Suburlah Jiwanya, Bangsanya, Rakyatnya, Semuanya.
Sadarlah Hatinya, Sadarlah Budinya, Untuk Indonesia Raya.
********
Aku nggak sanggup menahan air mataku, ketika liriknya sampai di kalimat-kalimat ini :
Slamatlah Rakyatnya, Slamatlah Putranya, Pulaunya, Lautnya, Semuanya...
Sadarlah Hatinya, Sadarlah Budinya, Untuk Indonesia Raya...
????????
Ya Tuhan. Aku baru sadar, betapa aku mencintai negeri dan bangsa ini dengan sepenuh hati.
Sekarang aku mengerti mengapa sejak dulu, aku memiliki ketertarikan yang sangat besar pada pendidikan masyarakat.
Ternyata, di bawah sadar, aku ingin rakyat dan negeri ini selamat.
Aku ingin bumi pertiwi ini jadi tempat tinggal YANG AMAN bagi SEMUA ORANG dari berbagai golongan, agama, suku, dan strata.
Aku ingin negeri ini utuh, tidak terpecah-belah. Abadi, tetap NKRI.

Malam ini aku, sambil berlinang air mata, sadar bahwa tugas parentingku bagi anakku sudah selesai…. Dia telah tumbuh menjadi gadis yang bahagia, percaya diri, kuliah dengan senang, plus sudah bekerja di sebuah perusahaan IT, dibimbing oleh pasangan pengusaha muda yang progresif dan timnya yang semuanya adalah generasi milenial.

Singkatnya : dia sudah bahagia dan produktif bersama generasi yang mulai menerima tongkat estafet pembangunan.
Kupikir, sudah selayaknya aku giving back kepada kehidupan yang telah memperlakukan kami dengan baik dan menjaga kami sedemikian rupa.
Aku ingin mendedikasikan paruh kedua usiaku, untuk membantu anak-anak bangsa tumbuh menjadi insan-insan yang tangguh, cerdas, dewasa, penuh cinta dan welas asih.
Ini janjiku.
Persembahanku bagi tanah, air dan udara yang telah menghidupiku selama ini.
Topik, cara dan medianya, masih terus kupelajari dan kukembangkan bersama banyak kawan yang memiliki cinta dan kepedulian yang sama bagi negeri ini.
Kamu mau ikutan…?
Memberikan sumbangsihmu?
Meskipun hanya lewat medsos. Well, minimal lewat medsos lah. Kalau bisa merambah ke dunia nyata, itu akan lebih baik…!
Yuk. Kita masing-masing mikirin :
Sisa umur ini akan dipakai untuk apa saja?
Medsos kita akan kita isi apa saja?
Pekerjaan cinta apa yang bisa kita baktikan pada Ibu Pertiwi…?

 

Original Post by Nana Padmosaputro

No Comments

Post A Comment

Translate »