Loader
Pilih menjadi Umat RELIGIUS atau menjadi Insan yang Berjiwa LUHUR? - Chandra Shakti | Personal Blog Untuk Berbagi Hal Positif
Nana padmosaputro gede agustapa, budaya, budidaya, spiritual, Chandra Shakti TV
Nana padmosaputro gede agustapa, budaya, budidaya, spiritual, Chandra Shakti TV
17964
post-template-default,single,single-post,postid-17964,single-format-standard,theme-bridge,bridge-core-2.7.8,woocommerce-no-js,qodef-qi--no-touch,qi-addons-for-elementor-1.2.2,qode-page-transition-enabled,ajax_fade,page_not_loaded,,columns-4,qode-theme-ver-26.3,qode-theme-bridge,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.6.0,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-1

Pilih menjadi Umat RELIGIUS atau menjadi Insan yang Berjiwa LUHUR?

welas-asih-chandra shakti

Pilih menjadi Umat RELIGIUS atau menjadi Insan yang Berjiwa LUHUR?

Oleh Nana Padmo

Setinggi-tingginya keluhuran budi, itu bukan berperilaku religius (beragama secara ritual syariat/aturan/dogma), melainkan hidup dengan perilaku welas asih, adil, damai dan memanusiakan manusia.
Kalau agamamu nggak mampu membuatmu jadi orang baik (welas asih, adil, damai dan memanusiakan manusia), lalu untuk apa kamu beragama?
‘Membership’ di agama tertentu, bukan kayak ikutan geng motor… Buat modal petentang-petenteng.
INTISARI beragama itu BUKAN terletak pada kebanggaannya, melainkan : bagaimana kita membuktikan bahwa agama kita begitu sakti, sehingga bisa mengubah kita dari manusia bajingan menjadi manusia luhur. Itu.

Sedekahmu, sembahyangmu, bacaan kitab sucimu yang kau tamatkan, dermamu membangun rumah ibadah adalah perilaku BADANIAH/TUBUH FANA yang positif… tapi BELUM TENTU dapat menjadi pertanda kebaikan JIWA.

Ada beda besar antara menjadi umat religius dengan menjadi insan yang berjiwa luhur.
Apalagi kalau cuma sekedar berhenti di pakaian : bangga pake kaos Harley Davidson (misalnyaaa), padahal nggak punya motornya. Boro-boro pernah mempraktekkan touring dengan motor gede itu.
Malu. Beragama sedangkal kostum.

 

*dicopas dari wall milik Mbak Nana Padmo

Nana Padmo,
Rabu Pon, 8 Desember 2021, 16:18
No Comments

Post A Comment

Translate »